Selasa, 25 Juni 2013

Rindukan Sahabat

Demi Tuhan daku rindu kalian
Sebak di dada ingin luapkan kata
Kata demi kata daku sisir demi ingin bersyair
Berkidung insan dalam tangisan
Mengingatkan hilangnya kedamaian dalam kebersamaan
Meski undur hanya masa setadahan
Tapi rasakan sakit seolah tak berkesudahan
Diam tak tenang berjalan pun sempoyongan
Hati beku di ufuk khayalku
Diri membatu terbalut sendu
Melambai kehilangan berandai
Terisak dalam sesak
Lalu menjerit hingga terserak
Karena tercekat dalam pekat
Oleh kerinduan nan hebat
Pada kalian duhai sahabat

Minggu, 23 Juni 2013

Ruas Rinduku

Sibaklah rumpun-rumpun bambu
Akarnya kekar dalam satu
Tiada goyah di terpa sang bayu
Dari dekat hijau dari jauh bewarna biru
Terhitung beruas-ruas dan berbuku buku
Berlindung dengan lembutnya aur dan bulu
Sibak pula isi hatiku
Beruas-ruas rindu dalam kalbu
Buruk bagimu pesona bagiku
Bahagia pula bila kita bersatu
Tiada lain dengan cinta berbias rindu
Seperti kata yang selalu ku umpamakan buatmu

Kamis, 20 Juni 2013

Daku tergadil oleh tanduk cintamu,
Hingga terburai isi hatiku
Deras tercurah mengucur darah,
Menghitam bukannya merah
Tercemar resah juga gelisah

Luka melukalah rasa
Asa menghiba daya tiada di punya
Tutup tertutuplah mata
Jera dengan semua indah yang ada

Suram suramlah masa depan
Enggan lagi tuk mengulang
Melepas semua biarlah hilang
Hilang melayang tanpa berkesan

Senin, 17 Juni 2013

Relaku Terpaksa

Sampai kapan kesabaran ku kedepankan,
Hingga air mata habis terkuras bak air hujan tercurah deras dan kesabaran tetap meminta tiada batas ...
Daku manusia biasa kerelaan terkadang dirasa memaksa,
Tetap sendiri ...
Lewati waktu penantian yang kian memaksa tuk bertahan dan terus bertahan dan entah sampai kapan,
Daku tahu Engkau uji masihkah ada sekerat iman ataukah tetap bermanja pada rasa dan bertuhankan perasaan,
Maafkan daku tuk semua keluhan,
Sabarkan hati jauhkan ke-putus-asa-an,
Jadikan daku ikhlas dalam kesabaran tiada berbatas ...

Kagumku Akan Hadirmu

Memanglah indah di candai rasa
Bak memberi warna dalam khazanah panorama jiwa
Menggambar debar-debar gelora
Merangkai keindahan nan tiada usai
Dan ini ... Daku bersaksi atas hadirmu
Dengan kalbu mengiring jalannya sang waktu
Semua tentangmu bak bunga nan tiada pernah layu
Memukau jiwaku tuk tak lepas memandangmu
Mengartikan jua menafsirkanmu

Selasa, 11 Juni 2013

Hatiku Terluka Karena Dusta

Bila suka menyembuhkan duka adalah obatnya,
Sedang dukaku tiada sembuh karena dustamu itu,
Berasa selaksa meski sekali saja,
Di hati bagai abadi,
Dan kata maaf bagai lenyap,
Terlupa seperti ketika kau lupakan aku waktu itu,
Aku yang kau lupakan dengan gembira,
Mungkin terlanjur kau mengerti akan hati ini,
Sering kecewa tapi tak mampu membenci,
Adalah aku bagai kecintaan tak bertuan

Isyarat Kasih Yang Tiada Kau Pahami

Engkau selalu membeku akan isyaratku
Mungkin tak sampai untuk kau rangkai
Atau terbuang bersama angan yang terbang
Sungguh kesia-siaanku tercerai dari kalbu
Dan menyisakan pedih dan sedih yang tiada arti
Kini dipuncak sepi jiwa bercengkerama dengan fatwa fatamorgana
Tentang harapanku atasmu duhai pesona jiwa

Minggu, 09 Juni 2013

Aku Yang Kau Tinggalkan


Di antara dua bibir tebing berseberangan
Di antara puing kata-kata nan beterbangan
Ku tatap punggungmu nan menjauh
Sayup tak sampai panggilanku

Hilang menyatu dalam raungan
Yang ku salami hanyalah kenangan
Di saat ada rasa nan menggoda
Memanggilmu tuk melihat lagi ke belakang
Kiranya daku kau tinggalkan
Tuk bersama memetik buah kenangan

Jumat, 07 Juni 2013

Do'a Hamba Pada-Mu Tuhan ...



Jalan berkelok langkah terseok
Mundur tersurut kaki beringsut
Lelah di langkah lemah di badan
Cari sandaran ikuti tuntunan
Tetaplah nafsu jadi ikutan

Wahai Engkau nan Esa
Bimbinglah kemana langkah hamba
Aduhai Yang Maha Kasih
Jaga hati biar tetap bersih

Do'aku santun pelan terlantun
Dzikir di bibir hati tetap tertabir
Oh Yang Maha Kasih Maha Sayang
Jadikan pandanganku terang
Berpijak di jalanu-Mu atau sekedar tertuju ke arah-Mu

Neraka-Mu begitu nyata mengerikan
Sedang surga-Mu pun bukan buah tangan
Hanya sedikit amal bukanlah andalan
Rahmat-Mu jua yang diharapkan

Mt. Shofroni, 3 Juni '13

Kesadaranku nan patah

Daku manusia berserak kesadaran nan patah, 
 
Dari dahan bunga karunia nan bewarna, 
 
Layu dalam semilir belaian coba dan uji, 
 
Tak teguh merangkai hati, 
 
Basah kuyup di dera rinai rinai ketetapan, 
 
Hanyut jiwa di alir kesenangan dan membuai di sepanjang titian, 
 
Malu berisak dalam sulaman terkoyak, 
 
Berduka dalam sesal di gemulai nan binal, 
 
Bagaimana pena pinjaman ini jika waktunya kan diminta tuk kembali? 
 
Sedang serat serat rasa tiada utuh menuliskan kata ...

Kamis, 06 Juni 2013

Wajah Malam Dalam Kerinduan

 
Wajah Malam Dalam Kerinduan

Dalam kesendirian di tepian malam daku menangis,
Menatap kabut tipis menepis,
Iring beriring di jalanan sepi,

Dalam hening susuri mimpi
 
      Merajut mimpi belumlah sudah
      Hayal terberai masihlah noktah
      Dari hati sekerat pada talian kalbu mengikat
      Tangis berderai menahan rindu nan sangat

Berhembus bayu menuju subuh
Jiwa kian merana, jua lunglai seluruh tubuh
Disaksikan bulan nan redup lalu terang, bahkan surup lalu tenggelam
Namun relaku jatuh terkubur di palung rindu nan amat dalam

Mt. Shofroni '13