Sibaklah rumpun-rumpun bambu
Akarnya kekar dalam satu
Tiada goyah di terpa sang bayu
Dari dekat hijau dari jauh bewarna biru
Terhitung beruas-ruas dan berbuku buku
Berlindung dengan lembutnya aur dan bulu
Sibak pula isi hatiku
Beruas-ruas rindu dalam kalbu
Buruk bagimu pesona bagiku
Bahagia pula bila kita bersatu
Tiada lain dengan cinta berbias rindu
Seperti kata yang selalu ku umpamakan buatmu
Banyak rasa yang tersimpan terbiarkan, tanpa mampu semua itu diungkapkan dengan kata-kata. Dengan syair yang tercipta, tertorehlah semua rasa yang ada, disemai didalamnya isi hati nan berderai-derai, tentang cinta dan kerinduan, suka dan duka hati yang terluka, terpaut hati atau bahkan patah hati, tertoreh didalamnya, dalam syair yang tercipta. Daku raut helai demi helai rasa nan berderai untuk engkau yang sehati dan serasa, sehati yang tersakiti, serasa yang terluka
Minggu, 23 Juni 2013
Ruas Rinduku
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar