Jumat, 07 Juni 2013

Kesadaranku nan patah

Daku manusia berserak kesadaran nan patah, 
 
Dari dahan bunga karunia nan bewarna, 
 
Layu dalam semilir belaian coba dan uji, 
 
Tak teguh merangkai hati, 
 
Basah kuyup di dera rinai rinai ketetapan, 
 
Hanyut jiwa di alir kesenangan dan membuai di sepanjang titian, 
 
Malu berisak dalam sulaman terkoyak, 
 
Berduka dalam sesal di gemulai nan binal, 
 
Bagaimana pena pinjaman ini jika waktunya kan diminta tuk kembali? 
 
Sedang serat serat rasa tiada utuh menuliskan kata ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar