Daku manusia berserak kesadaran nan patah,
Dari dahan bunga karunia nan bewarna,
Layu dalam semilir belaian coba dan uji,
Tak teguh merangkai hati,
Basah kuyup di dera rinai rinai ketetapan,
Hanyut jiwa di alir kesenangan dan membuai di sepanjang titian,
Malu berisak dalam sulaman terkoyak,
Berduka dalam sesal di gemulai nan binal,
Bagaimana pena pinjaman ini jika waktunya kan diminta tuk kembali?
Sedang serat serat rasa tiada utuh menuliskan kata ...
Banyak rasa yang tersimpan terbiarkan, tanpa mampu semua itu diungkapkan dengan kata-kata. Dengan syair yang tercipta, tertorehlah semua rasa yang ada, disemai didalamnya isi hati nan berderai-derai, tentang cinta dan kerinduan, suka dan duka hati yang terluka, terpaut hati atau bahkan patah hati, tertoreh didalamnya, dalam syair yang tercipta. Daku raut helai demi helai rasa nan berderai untuk engkau yang sehati dan serasa, sehati yang tersakiti, serasa yang terluka
Jumat, 07 Juni 2013
Kesadaranku nan patah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar